Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau. Banyak di antara pulau-pulau itu tidak memiliki nama. Edisi ini, TravelXpose memilihkan 7 pulau di Indonesia yang layak menjadi destinasi selanjutnya dari perjalanan Anda.
PESONA 3 GILI
Terkenal akan kerajinan kain ikatnya membuat Lombok mulai menjadi destinasi wisata yang dicari banyak kalangan. Pesona pantainya yang masih bersih dan berpasir lembut menjadi incaran kaum turis untuk sekedar kontemplasi sejenak.
Ketika tiba di Bandara Selaparang, Anda pun langsung disambut oleh iklim hangat khas dataran rendah. Matahari yang bersinar terang dengan kesejukan angin sepoi-sepoi dan ratusan turis berbagai negara yang lalu-lalang di depan mata adalah gambaran umum bandara itu. Lombok sejak lama dikenal akan wisata baharinya. Setidaknya, ada tiga pulau perawan yang menjadi ikon tempat itu, yaitu Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Gili sendiri dalam bahasa setempat (suku Sasak) artinya ‘pulau’.
Untuk bisa sampai ke salah satu Gili tersebut, Anda dapat melaluinya dengan beberapa cara. Jika hotel atau resor tempat menginap tidak menyediakan fasilitas penjemputan, Anda dapat menyewa salah satu dari sekian banyak taksi yang berjejer rapi di depan Bandara Selaparang. Anda bisa minta diantar ke pelabuhan kecil di ujung barat Pantai Senggigi. Di pelabuhan tersebut, Anda menemukan banyak orang yang menawarkan perahu untuk disewa untuk menyeberangi pulau. Setelah melintasi medan yang berkelok-kelok dari Selaparang sampai dengan Senggigi, tentu Anda langsung ingin berada secepatnya di tempat penginapan yang telah dipesan. Namun, jangan langsung tergoda untuk menawar harga yang mereka berikan.
Tidak jauh dari situ, ada sebuah rumah kecil yang merupakan loket tempat Anda bisa membeli tiket resmi dengan harga yang lebih murah untuk naik ke atas kapal yang akan mengantarkan Anda menuju ke salah satu Gili tersebut.
MENCARI KETENANGAN DI GILI TRAWANGAN
Semua hal yang Anda bayangkan tentang aktivitas yang bisa dilakukan jika berlibur ke pantai dapat menjadi kenyataan di pulau tersebut. Anda dapat berjalan menyusuri pantai berpasir yang lembut, berenang di air yang sangat bening, menikmati makan siang sambil menghadap laut, menyesap koktail di pinggir kolam renang, hingga berdansa di bawah cahaya bulan. Semuanya dapat menjadi kenyataan. Tidak ada kendaraan bermotor di Gili merupakan salah satu dari banyak hal yang membuat pulau itu terasa tenang dan santai. Meskipun begitu, jika ingin mengelilingi pulau itu, Anda dapat menempuhnya dengan cidomo (kereta kuda), sepeda, atau berjalan kaki.
Berikut ini adalah beberapa aktivitas yang dapat Anda lakukan ketika berada di Gili Trawangan. Diving. Ada beberapa dive center yang sesuai dengan minat Anda. Blue Marlin dan Manta Dive cocok bagi Anda yang ingin diving dengan banyak orang. Vila Ombak Diving Academy dan Trawangan Drive sesuai jika Anda lebih menginginkan suasana yang lebih relaks dan santai. Snorkeling. Anda tidak membutuhkan perahu untuk mencoba snorkeling, cukup berjalan kaki ke pantai menuju air laut yang berwarna biru cemerlang. Voila! Anda sudah siap untuk snorkeling. Jika beruntung, Anda dapat melihat kura-kura yang sedang berenang. Boat Trips. Jika ingin berkeliling, Anda dapat menyewa sebuah kapal dan snorkeling di ekeliling laut tiga pulau (Air, Meno, Trawangan). Akan tetapi, apabila tidak ingin snorkeling, Anda dapat menyewa Glass Bottom Boat. Jadi, Anda dapat menikmati pemandangan bawah laut tanpa harus menyelam atau snorkeling.
Horse Riding. BaliKana Hotel dan Stud adalah dua tempat yang memiliki istal kuda. Dengan menunggangi kuda yang mereka miliki, Anda bisa berkeliling pulau. Kayaking. Kayak dapat disewa di beberapa tempat di sepanjang Pantai Gili Trawangan. Surfing. Walaupun Gili Trawangan tidak menarik bagi begitu banyak peselancar, Anda tetap dapat mencoba berselancar kecil jika angin laut tepat. Spa/Masssage. Paling sedikit, ada dua tempat spa untuk Anda memanjakan diri, seperti menikmati perawatan pijat, facial, refelxiology, hair treatment, manicure, padicure, dan waxing. Jika menghendaki kualitas yang high end, Anda dapat pergi ke Vila Ombak Hotel.
Walaupun Gili Trawangan merupakan pulau kecil, Anda masih dapat berbelanja kebutuhahan pokok, seperti sun block, soft drinks, snacks, ice creams, postcards di toko-toko kecil yang terdapat hampir di sepanjang jalan. Di pulau itu, juga terdapat art market tempat Anda bisa membeli sarung, kain tenun, kaus, lukisan, dan kain batik khas Lombok. Hal unik lain yang terdapat di pulau itu adalah banyaknya toko buku yang menjual buku bekas. Anda dapat membeli atau menukarkan buku yang telah dibaca untuk mendapatkan buku yang baru. Tidak perlu khawatir mengenai kualitas makanan di pulau tersebut.
Gili Trawangan menawarkan beragam makanan dengan cita rasa yang akan memanjakan lidah Anda. Mulai dari makanan Jepang, India, tapas, sampai dengan makanan laut segar yang dimasak barbeque, semuanya ada. Anda hanya tinggal memilih dan membayar tentu saja. Jika termasuk penggemar kopi dan ingin minum kopi tradisional khas Lombok sambil menikmati pemandangan laut, Anda dapat pergi ke Illy Coffee dan Caswell’ coffee. Keduanya merupakan gerai kedai kopi terkenal di kota besar. Di sepanjang jalan utama di pulau tersebut, terdapat juga banyak bar atau pub lokal tempat Anda menikmati live music atau berpesta dengan turis-turis lain. But, if partying is not your things, Anda dapat menyewa televisi untuk menonton film layaknya di sinema. Ya, itu adalah salah satu hal unik lain. Ada beberapa penginapan yang memberikan fasilitas televisi bagi para tamu.
BERENANG BERSAMA KURA-KURA DI GILI MENO
Hanya berjarak satu kilometer dari Gili Trawangan, Gili Meno adalah pulau terkecil dari tiga pulau (Trawangan, Meno, Air). Anda dapat berjalan kaki mengitari seluruh pulau hanya dalam waktu dua jam saja. Yang terkenal dari pulau itu adalah Gili Meno Wall. Di sana, pada siang hari, banyak kura-kura yang berenang dengan bebas dan spesies gorgonian raksasa menggantung di antara terumbu karang yang berwarna-warni.
MENGHENTIKAN WAKTU DI GILI AIR
Pulau yang paling dekat dengan Lombok tersebut memiliki jumlah pohon yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan dua Gili sebelumnya. Tidak jauh berbeda dengan kedua Gili, Gili Air adalah pesona lain yang tidak boleh dilewatkan bila Anda ingin merasakan sensasi kesendirian.
MENJELAJAHI GILI MENO
Dari Gili Trawangan: Kapal penghubung antarpulau siap berangkat setiap hari pukul 09.30 dan 16.00 dengan harga sekitar Rp23.000 per orang. Waktu tempuh 15 menit. Dari Gili Air: Kapal penghubung antarpulau siap berangkat setiap hari pada pukul 08.30 pagi dan 15.00 dengan harga sekitar Rp25.000 per orang. Waktu tempuh 20 menit.
Makan apa di Gili Meno?
Meskipun jumlah restoran tidak sebanyak di Gili Trawangan, Anda masih dapat menikmati berbagai macam masakan sambil menikmati indahnya suasana pantai. Bibi’s Café (bagian dari Villa Nautilus) terkenal akan sajian pizza yang nikmat. The Jungle Bar berada di Tao ‘Kombo, pondok bambu yang terletak di dalam semak-semak, tempat yang sepi dan terpencil di ujung selatan pulau. Malia’s Child terkenal sebagai tempat berkumpulnya para budget traveller dan menyediakan makanan khas Indonesia dan Eropa. The Rust Bar and Restaurant berada tepat di depan pelabuhan, cocok untuk after dinner drink.
Sleeping in Meno
Berbeda dengan Gili Trawangan, Meno menawarkan aneka bungalow dengan harga yang cukup moderat. Penginapannya dapat ditemukan di sepanjang garis pantai.
Recommended Places to Stay
Tunai Cottage, Gazebo Meno, Kontiki Bungalows, Biru Meno Bungalows, Royal Reef Cottages
MENYELAMI TAMAN LAUT BUNAKEN
Siapa yang tak pernah mendengar keindahan Laut Bunaken? Kalau Anda hanya baru mendengar keindahannya dari cerita teman saja, rasanya belum afdal bila tidak langsung menjejaknya. Untuk yang menyukai snorkeling dan diving, kawasan konservasi laut yang sudah tersohor itu memang patut diselami. Perasaan lelah selama perjalanan yang memakan waktu hingga tiga jam terbayar saat tiba di Manado yang dikelilingi lautan dan pantai indah. Banyak wisatawan datang untuk menyelusuri dan melihat keindahan Laut Bunaken yang sudah puluhan tahun terindentifikasi oleh para penyelam tanah air. Pemerintah pun menetapkan Taman Nasional Bunaken secara resmi sebagai salah satu Taman Nasional di Indonesia sejak Oktober 1991.
Pulau Bunaken
Taman Nasional Bunaken terdiri dari beberapa pulau, yakni Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage, Pulau Manado Tua, beberapa anak pulaunya, dan Pulau Nian. Letaknya 1,5 km dari Manado. Menuju Taman Laut itu, Anda harus menggunakan perahu motor dari tepian pantai di teluk kota Manado. Biaya menyewa perahu motor relatif murah kendati harga yang ditawarkan beragam. Perjalanan menuju Pulau Bunaken memakan waktu yang cukup singkat, kurang lebih 30 menit. Sesampainya di Pulau Bunaken, satu kata yang pasti akan keluar adalah “amazing”. Permukaan air Laut Bunaken menjelang siang itu sudah dipenuhi puluhan manusia berkaki katak sedang mengapung dengan pelampung berwarna orange. Mereka ada yang berkelompok, tak sedikit pula yang menyendiri. Tujuan mereka satu, yaitu menikmati keindahan bawah laut lewat masker.
Lokasi penyelaman terbatas di masing-masing pantai. Tercatat lebih kurang 20 titik penyelam (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken yang sering dikunjungi para penyelam dan pencinta keindahan pemandangan bawah laut. Semakin siang, pengunjung yang datang semakin banyak. Sebagian menyewa speedboat, sebagian menggunakan yacht, dan ada juga
yang naik kapal kayu bermotor milik nelayan setempat. Bahkan, beberapa orang sengaja ber-jet ski. Mereka datang ditemani pemandu yang sebagian besar mengetahui titik-titik terbaik untuk snorkeling maupun diving. Para pemandu juga ikut turun bersama peserta yang hendak snokeling ke tempat yang indah dan aman. Dengan ber-snorkeling, memang pengunjung dapat dengan jelas melihat aneka terumbu karang dan ikan Hiss yang ada di Bunaken, meskipun hanya di permukaan saja. Akan tetapi, itu sudah cukup membuat siapa pun terhipnotis dan betah berlama-lama hingga lupa waktu.
Selam scuba menarik banyak pengunjung untuk datang di pulau tersebut. Dengan selam scuba, para penyelam dapat menikmati aneka “penghuni” bawah Laut Bunaken dengan lebih dekat, seperti ikan pelatuk yang memiliki sirip punggung yang dapat ditegakkan dan dikunci sehingga dia bisa tinggal aman dalam lubang di batu karang. Jangan mendekati sarang telur ikan itu sebab biasanya, ikan itu akan menyerang. Tidak hanya itu, Anda juga dapat melihat ikan gobi yang selalu hidup bersama udang, barracuda, ikan pedang, ikan bertadung, ikan bidadari, ikan kelelawar, ikan sweetlips, dan masih banyak lagi. Di pulau tersebut, terdapat underwater great walls yang disebut juga hanging walls atau dinding-dinding karang raksasa yang vertikal dan melengkung ke atas. Dinding karang itu juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.
Tebing-tebing karang tersebut sudah bisa dilihat dari atas kapal sebelum mencapai Pantai Bunaken. Airnya yang biru dengan ribuan ikan besar di bibir tebing menciptakan pemandangan indah luar biasa. Pengunjung yang masuk kawasan Taman Laut Bunaken dikenakan tiket sekali masuk sebesar Rp50.000 tiap orang. Biaya tersebut berlaku bagi yang ingin menyelam maupun tidak. Selain itu, ditawarkan pula tiket yang berlaku untuk satu tahun sebesar Rp150.000. Bila pengunjung membeli tiket masuk tahunan, ia diberikan semacam lencana dari plastik sebagai tanda masuk.
Pulau Siladen
Pulau Siladen berada di belakang Pulau Bunaken dan hanya memakan waktu 45 menit. Sementara itu, dari Tongkaina atau Hotel Santika, memakan waktu 10 menit untuk menuju Pulau Siladen. Siladen merupakan pulau yang sangat indah dan—sama seperti Bunaken— memiliki beberapa dive spot yang menarik untuk dikunjungi para diver. Pulau tersebut sangat terkenal dengan pasir putihnya yang bersih dan keindahan lautnya. Ini adalah pulau terkecil di antara lima dan terletak dekat dengan kota Manado dengan jarak tempuh sekitar 30 menit menggunakan perahu. Ada dua tempat menyelam di sekitar Pulau Siladen, yakni Siladen dan Siladen Utara. Kedalaman rata-rata untuk penyelaman di sana adalah sekitar 20 meter dan kedalaman maksimum naik 50 meter dengan tingkat visibilitas kisaran rata-rata di 30 meter. Dinding di sana adalah seperti rak buku dengan ribuan tepian dan setiap langkah rumah beragam spesies laut sehingga terlihat seperti sebuah supermarket ikan. Tempat itu sangat kaya nidibranch dan mereka sering ditemukan bersama dengan scorpionfish daun di tepian. Selain itu, penyelam juga dapat menemukan banyak triggerfish, angelfish, parrotfish, dan wrasse.
Pulau Manado Tua
Pulau Manado Tua berada dalam batasan Teluk Manado di Kecamatan Bunaken sekitar 10 mil dari pusat kota yang dapat ditempuh selama 60 menit dengan menggunakan kapal motor. Terdapat taman laut yang cukup indah karena terdiri dari terumbu karang, ikan hias, ikan konsumi, dan biota laut lain. Merupakan tempat wisata tirta (air), wisata alam dan wisata argo (pertanian) dengan objek kunjungan wisatanya berpusat pada keindahan pantai, serta panorama alam berlatar perkebunan rakyat.
Pulau Nain
Perlahan memasuki Pulau Nain dengan menggunakan boat yang dapat ditempuh selama 60 menit seolah memasuki belahan dunia lain. Deretan rumah kayu dibangun di atas tiangtiang kayu yang menancap ke dasar air. Antara rumah satu dengan lain dihubungkan oleh jejeran papan sebagai jalan penghubung di atas tiang-tiang yang berfungsi sebagai tempat mengikat perahu nelayan. Beberapa anak bermain air di tambatan perahu yang dituju. Hujan yang mengaburkan pandangan pun tak mampu mengurangi pemandangan yang sungguh eksotis. Rasanya, tidak percaya bahwa kondisi pemukiman nelayan yang sangat alami seperti itu ada di sebuah pulau dengan jarak satu jam perjalan laut dari Kota Manado; kota yang sedang gencar membangun demi visi sebagai Kota Wisata Dunia 2025. Pulau Nain dengan luas 167,5 ha berada paling luar di kawasan Taman Nasional Bunaken.










